Pages

Azad Singh, REKOR sang GURU TERPENDEK di dunia


Ini contoh yang sangat baik dari Azad Singh. Meski mengalami gangguan fisik, dia tak pernah surut untuk mengejar cita-citanya. Kini, Azad disebut-sebut sebagai guru terpendek di dunia. Tingginya hanya tiga kaki atau sekitar 90 cm.


Ukuran tersebut tentu termasuk sangat kecil untuk pria yang sudah berusia 22 tahun. Azad merupakan guru di sekolah perempuan di kawasan Haryana, India.








Meski mengalami gangguan fisik dan selalu mengenakan baju untuk anak berusia tujuh tahun, namun hal tersebut tak membuat Azad kehilangan hormat di mata para muridnya. Di sekolahnya, Azad mengajar computer dan dipanggil dengan sebutan �Chotu� atau guru kecil.

�Orang-orang memperlakukanku dengan berbeda. Namun sekarang aku mempunyai pekerjaan dengan banyak hormat,� ujar Azad seperti dilansir The Sun.

Dalam sebulan, Azad hanya dibayar 120 pounds atau sekitar Rp 1,7 juta. Namun, bayaran yang minim serta cibiran banyak pihak tak membuatnya keder. Sebaliknya, Azad tampak happy dengan profesi mulianya tersebut.


A rare hormone disorder stopped Azad Singh from growing at the age of five and now he wears children's clothes
A rare hormone disorder stopped Azad Singh from growing at the age of five and now he wears children's clothes
Pupils aged 12 call their teacher Azad Singh 'Chotu' meaning 'Little Sir' because he is just 3ft tall
Pupils aged 12 call their teacher Azad Singh 'Chotu' meaning 'Little Sir' because he is just 3ft tall




�Saya tak mau memikirkan anggapan orang-orang. Saya mendapatkan apa yang saya inginkan,� ujarnya.

Semangat hidup serta daya juang Azad memang layak dijadikan panutan. Sejak kecil, dia sudah mengalami berbagai ejekan karena badannya yang tidak normal.

Badan Azad tak lagi tumbuh layaknya orang normal sejak usia lima tahun. Sayangnya, ketika itu, kedua orang tuanya tak sadar. Mereka tak memberikan suntikan hormone penumbuh tinggi badan.

Tak pelak, kondisi tersebut membuat Azad harus menebalkan telinganya. Di sekolahnya, dia selau diejek oleh rekan-rekannya. Dia juga ditakut-takuti bakal diculik untuk diikutkan dalam pertunjukan sirkus.

Cukup? Belum. Pada usia 18 tahun, dia juga dipermalukan oleh petugas kereta api yang mengangapnya sebagai anak kecil. Namun, semua cobaan tersebut tak membuat Azad kecil hati. Dia mengaku lebih kuat dalam menjalani hidup.



Azad Singh, 22, stands on a desk to teach his computer skills class to teenage girls in Haryana, India
Azad Singh, 22, stands on a desk to teach his computer skills class to teenage girls in Haryana, India




�Ejekan membuatku semakin bersemangat untuk mencapai tujuan hidupku.

Azad sebenarnya tak sendirian. Adik kandungnya Laxmi yang kini berusia 19 tahun juga mengalami gangguan fisik yang sama.

Hanya adik terkecil yang bernama Suman yang kini berusia 15 tahun yang memiliki badan normal. Oleh kedua adiknya, Azad dijadikan sebagai panutan berkat kegigihan serta semangatnya dalam mengejar cita-citanya. �Dia membuatku merasa sangat bangga,� tegas Suman. (jos/mas/jpnn)

0 comments:

Post a Comment